[Scan|Trans|Wawancara ] Majalah The FNC Vol : 2 – ‘Pemimpin’
Jun 2013 19

Pemimpin

Jonghoon: Keluarga adalah hal yang paling sering aku pikirkan. Bagaimana menjadi seorang ayah dan menjadi seorang ibu.

Yonghwa: Suara tim? Kekompakan dan pendapat tiap anggota merupakan hal yang penting untuk menyatukan suara. Selain itu dengan bertukar pendapat satu sama lain kita bisa menemukan jalan keluar dan membentuk sebuah kesepakatan. Dengan mengeluarkan pendapat kita bisa benar-benar menjadi orang. 

Jimin: Seorang pemimpin. Meskipun dalam memimpin sebuah tim melelahkan dan terkadang juga membuatku khawatir, namun rasanya menyenangkan juga bisa mengatur orang.

oie_19161151DEXmc9gz

Sebagai Pemimpin…

Yonghwa: Aku terkadang menggantikan posisi CEO (tertawa). Setiap hari pasti ada saja minimal satu orang yang memanggilku.Komunikasi langsung satu sama lain itu sangat penting dengan anggota lainnya. Masalah datang ketika kami mulai berdiskusi di saat seharusnya kami beristirahat, bukankah itu unik? Sebagai leader yang terpenting bukan hanya kesenangannya akan tetapi juga harus bisa senang di saat sedih. 

Jimin: Aku tidak yakin. Aku senang karena selalu diikuti dengan baik oleh anggota yang lebih muda (donsaeng). Terutama belakangan ini, karena kami mulai dikenal, aku senang sekali. (tertawa) Anggota yang lain juga banyak berbahagia.

Jonghoon: Ketika aku sedang merasa kelelahan, keempat anggota lainnya akan datang menghampiriku dan mengucapkan kalimat penyemangat! Kemudian hatiku akan merasa ‘inilah tim yang aku pimpin’.

Sebagai Pemimpin…

Jonghoon: Kalau anggota sedang berada dalam keadaan panik, aku tidak ikut-ikutan panik juga. Mungkin aku merasa sedikit terkejut dan aku akan sedikit menyunggingkan senyum, aku akan memaksakan diriku untuk tetap tampil ceria. Aku akan menunjukkan ekspresi kegirangan (tidak wajar).

Yonghwa: Sejujurnya aku harus mengurangi melakukan hal seperti itu (mudah upset). Tapi kalau mendapat masalah sepertinya tidak ada hal lain yang bisa kulakukan?apa yang harus kulakukan? Tanpa sadar aku melakukannya. Semua akan menjadi sangat sebal. Kalau aku juga merasa jengkel, tentu itu akan menyulitkan semuanya. Namun kalau aku tidak bisa melakukannya anggota yang lain juga akan dengan cepat menyerah bukan begitu? Jadi aku harus melakukannya. 

Jimin: Sebenarnya aku juga terkadang merasa kesulitan, akan tetapi anggota yang lain akan memberikan dukungan kepadaku. Perasaanku akan berubah hanya dengan memkirkan ingin melihat anggota lain yang selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Kharisma

Jonghoon: Dibandingkan dengan menunjukkan kharisma, aku berusaha mengerjakan segala sesuatunya dengan baik dalam suasana keakraban (tidak ada hierarki dalam grup). Bukannya dalam hatiku tidak pernah terbersit pemikiran “Apa yang baru saja kau lakukan, hal seperti ini tidak boleh terjadi”. (Hanya saja cara pengucapannya yang berbeda),  ketika berkumpul kami membicarakan semuanya dalam suasana keakraban. 

Yonghwa: Aku juga bukan tipe orang yang straight to the point kepada anggota yang lain. Seperti teman, kami sangat dekat dan akrab. Kepada grup, aku harus menunjukkan kerja keras, dengan begitu anggota yang lain juga akan mengikutiku bekerja dengan baik.

Jimin: Kami memutuskan untuk menjadi akrab. 

Saat di mana kharisma bersinar

Jonghoon: Ketika ada pertunjukkan sesaat sebelum pertunjukkan berlangsung kami menyusun rencana. Lagu apa yang akan dimainkan, ke mana kami akan melangkah di atas panggung dan lain-lain..dibandingkan anggota yang lain aku mencatatnya dengan baik sebab aku harus memastikan pertunjukkan akan berjalan lancar sampai akhir, dan dengan bangga hatiku meyakinkan “Ternyata sebagai leader band ini, aku punya peran untuk menentukan dan memastikan semuanya berjalan lancar”, begitu kata hatiku. 

Jimin:Aku juga tipe orang yang ingin melakukan yang terbaik bila waktu latihan datang. Karena punya semangat untuk melakukan yang terbaik dalam suasana yang juga mendukung aku akan mengatakan “Guys ayo latihan!” semua akan mengikuti. Bukankah saat itu akan seperti itu? Ah! Menu makan siang juga sama! Apakah aku memiliki kelemahan dalam mengambil keputusan(?) Menu makan siang dan malam di manapun bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 jam. Ketika itu aku memutuskan memberikan standar lebih rendah dengan mengatakan “mari lakukan ini mari lakukan ini mari lakukan itu”. 

oie_19161731KCdi4yBO

Penampilanku sebenarnya

Yonghwa: Ketika sedang bersama dengan anggota band yang lain maupun bersama dengan teman-temanku aku tetap sama. Sejak dulu mereka selalu senang denganku (tertawa). Aku juga suka pergi jalan-jalan bersama teman dalam trip yang diadakan sekolah. Aku juga suka mengobrol bersama. 

Jonghoon: Awalnya aku menemukan banyak kesulitan. Biasanya karakter seorang leader keluar secara alami.Sekarang ini setelah kami bersama untuk waktu yang cukup lama, banyak hal yang telah kami lewati sebanyak itu pula para anggota juga dapat dengan baik mengikutiku dengan santai, meski demikian FT Island tidak berubah kalau sedang berkumpul untuk urusan pekerjaan dan sampai saat ini ketika harus melaksanakan tugas leader terkadang aku masih merasa ada yang janggal.

Jimin: Sebenarnya aku di rumah adalah anak paling kecil (maknae). Sampai saat ini pun kalau aku pulang ke rumah aku masih suka duduk di pangkuan ayahku. Meskipun terlihat galak saat marah namun di kesempatan lainnya aku bahkan bisa menunjukkan aegyo lebih lucu dari anggota termuda (maknae) di grup kami, Chanmi. Sebenarnya di antara anggota yang lain aku dipanggil “bayi”.Sebenarnya..aku ingin mengenakan hiasan pita agar terlihat manis(tertawa). Terkadang aku juga ingin mengenakan dress one piece yang cantik dan tatanan rambut yang manis. Bagaimana pun juga aku adalah seorang leader dan rapper jadi pakaian dan tatanan rambutku jauh dari gaya yang feminin.

Leader Tersembunyi dalam Tim

Jonghoon: Jaejin. Kalau aku memegang role seperti seorang ibu Jaejin seperti ayahnya. Dalam tim ini, Jaejin terlihat cool, ia tidak kesulitan mengeluarkan suara hatinya dan tapi juga tidak banyak protes. Kalau dilihat dari hierarki umur, ia terletak pas di tengah. Bila berada dalam situasi yang sulit posisinya bisa menjadi penengah diantara yang paling tua dan paling 

muda. Ia benar-benar memegang peran yang penting dalam tim. 

Yonghwa: Minhyukie? Bagiku peran Minhyuk sangat dibutuhkan. Ia adalah tipe orang yang langsung mengatakan apa yang ada dalam pikirannya atau perasaannya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau ia tidak pernah mengoreksi kesalahan di depanku. Kalau dipikir-pikir hampir semua protes yang dikeluarkan Minhyuk itu ada benarnya. Dalam hal ini, aku mendapatkan banyak bantuan. 

Jimin: Tidak ada. Tetap aku. Haha. Karena aku seperti bayi. Semuanya telah memberikan banyak bantuan padaku khususnya Choa eonni. Ia selalu mengatakan aku melakukan yang terbaik dan memberikan dukungan atas apa yang kulakukan, aku sangat berterima kasih. 

Hanya ini yang bisa kupastikan

Yonghwa: Ini sulit. Mencoba mengaransemen musik adalah hal yang paling sering aku lakukan. Tentu saja aku harus bekerja keras. Karena itu, semuanya aku lakukan dengan kerja keras.  Ketika anggota lain mengalami kesulitan atau kelelahan, aku selalu berusaha menunjukkan wajah yang lebih cerah dan bersemangat. 

Jonghoon: Aku pikir sikap loyal pada tim. Tahu bagaimana membalas rasa cinta yang diberikan satu sama lain, aku juga membicarakan hal dari hati ke hati agar saling memahami perasaan masing-masing. 

Jimin: ‘Selalu memberikan contoh!’ Tidak hanya dalam latihan tetapi juga dalam kebiasaan dan aspek-aspek lainnya, aku pikir aku harus bisa menjadi contoh dan menunjukkan yang terbaik.

 

 

Sumber : The FNC Vol: 2
Scans  oleh : BOICE  Parishin
Diterjemahkan oleh Raisha  @cnblue4ina